HASSAN SHADILY
HASSAN SHADILY: ANAK MADURA YANG MENULIS KATA-KATA UNTUK DUNIA Dari sekolah militer di Tokyo, ruang redaksi, hingga kamus yang menemani jutaan pelajar Indonesia Ada orang yang dikenang karena pidatonya. Ada yang dikenang karena jabatan. Ada yang dikenang karena keberaniannya di medan perang. Tetapi ada pula orang yang pengaruhnya justru tersembunyi di antara halaman-halaman buku. Namanya mungkin tidak selalu disebut ketika seorang siswa membuka kamus. Namun selama puluhan tahun, jutaan orang Indonesia telah berulang kali bertemu dengannya—tanpa benar-benar mengenalnya. Hassan Shadily. Seorang putra Madura yang perjalanan hidupnya jauh lebih berliku daripada sekadar menjadi penyusun kamus. Ia pernah belajar di Jepang pada masa perang, pernah masuk Akademi Militer Tokyo, pernah menjadi wartawan, pernah belajar sosiologi di Amerika Serikat, dan kemudian bertemu seorang linguis bernama John M. Echols . Pertemuan itulah yang kemudian mengubah arah hidupnya. Dari sana lahirlah karya ya...