LITERASI HUTAN YANG MUNGKIN DIBAKAR
LITERASI DI TENGAH ASAP: KETIKA HUTAN TERBAKAR, APAKAH NURANI KITA IKUT MENJADI ABU? Dari Bangkalan, KOMPAK TERBANG mengajak masyarakat membaca tanda-tanda kerusakan lingkungan, menguji informasi, dan mengubah kepedulian menjadi gerakan nyata. Oleh: Abdulloh, S.Pd., M.Pd. (Guru Pejuang Digital, Duta Canva, Fasil Bhineka itu Kita & Calon Doktor Pendidikan Universitas MuhammadiyahMalang) BANGKALAN — Ada yang perlu kita baca ketika langit berubah kelabu, udara terasa sesak, dan kabar tentang kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali memenuhi ruang informasi. Bukan hanya berita tentang api yang menjalar, tetapi juga cerita tentang kehidupan yang terancam, habitat satwa yang hilang, dan masa depan lingkungan yang semakin membutuhkan perhatian bersama. Sebab, tidak semua yang perlu dibaca tercetak di atas kertas. Sebagian tertulis pada tanah yang menghitam, pepohonan yang menjadi arang, sungai yang terancam, dan udara yang tak lagi terasa bersih. Di sinilah literasi menemukan m...