Sumpah Pemuda di Simpang Jalan
Sumpah Pemuda di Simpang Jalan: Menagih Tanggung Jawab Moral Intelektual dan Pendidikan Transformatif di Era Krisis Multidimensional Pendahuluan: Dari Romantisme Historis ke Realitas Eksistensial Oleh: Abdulloh | Guru IPA | UPTD SMP NEGERI 1 BLEGA Peringatan Hari Sumpah Pemuda kerap kali dirayakan melalui ritual seremonial yang sarat akan retorika kebangsaan. Namun, ketika teks ikrar tahun 1928 dibaca di tengah runtuhnya berbagai pilar kenegaraan hari ini, kita dihadapkan pada sebuah pertanyaan eksistensial yang mendesak: apakah sumpah persatuan ini masih memiliki daya transformatif, atau ia telah tereduksi menjadi artefak sejarah yang kehilangan relevansi substansialnya? Sebagai sebuah bangsa yang mengusung cita-cita luhur kemerdekaan, Indonesia hari ini tengah berada di simpang jalan yang kritis. Kegelisahan kolektif mencuat tatkala fondasi peradaban—mulai dari jaminan ruang hidup, keadilan ekologis, hingga perlindungan kesehatan generasi penerus—diguncang oleh krisis sistem...