Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

TELUR DARI TEMPAT YANG HINA

“Jangan terlalu cepat merasa mulia hanya karena berdiri di depan kelas dan pandai berbicara tentang pendidikan. Sebab seorang guru tidak diukur dari seberapa indah ia menjelaskan ilmu, tetapi dari apa yang tumbuh setelah ia selesai mengajar. Bisa jadi, yang paling berjasa bukan yang paling banyak bicara tentang pendidikan, melainkan yang diam-diam membuat satu anak menjadi sedikit lebih baik daripada kemarin.” Guru dan Telur yang Dihasilkan Kadang kehidupan mengajarkan sesuatu melalui hal yang justru ingin kita hindari. Bukan dari buku. Bukan dari seminar. Bukan pula dari panggung orang-orang pintar. Tetapi dari sesuatu yang kita anggap kotor. Dubur ayam. Tak pernah dipuji. Tak pernah dianggap mulia. Tetapi dari tempat yang hina itu, keluar sesuatu yang setiap pagi dibutuhkan manusia: telur. Ia tidak berpidato tentang manfaatnya. Tidak menjelaskan betapa penting dirinya bagi kehidupan. Tidak membuat janji. Ia hanya bekerja. Lalu telur itu ada. Saya teringat D. Zawawi Imron, penyair dar...

Postingan Terbaru

Transformasi Pengabdian Ibu Endang Hasdriati

Kepala UPTD SMP Negeri 2 Bangkalan yang Baru

MUHAMMADIYAH DAN TRANSFORMASI PERADABAN

Ketika Buku Menemukan Rumah

HASSAN SHADILY

MELARANG JENGGOT BAGI ANGGOTA?

SELAMAT HARI LITERASI INTERNASIONAL 2026

KETIKA OTAK MENULIS, BUKAN SEKADAR TANGAN