Literasi Lingkungan Dimulai dari Cara Kita Berpikir
Literasi Lingkungan Dimulai dari Cara Kita Berpikir: Ketika Sawit, Hutan, dan Sains Bertemu Di era media sosial, sebuah kalimat yang sederhana dapat menyebar lebih cepat daripada penjelasan ilmiah yang panjang. Akibatnya, tidak sedikit persoalan lingkungan yang dipahami secara hitam putih, padahal sains hampir selalu mengajarkan bahwa alam jauh lebih kompleks daripada yang tampak di permukaan. Belakangan, ruang publik ramai membahas pernyataan bahwa kelapa sawit memiliki daun, melakukan fotosintesis, dan menghasilkan oksigen sehingga tidak perlu terlalu khawatir terhadap deforestasi. Pernyataan tersebut memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat maupun kalangan akademisi. ( CNN Indonesia ) Bagi KOMPAK TERBANG , perdebatan seperti ini justru menghadirkan satu pelajaran penting. Yang paling dibutuhkan bukan sekadar keberanian berpendapat, melainkan kemampuan bernalar. Ketika Fakta yang Benar Melahirkan Kesimpulan yang Keliru Dalam berpikir kritis, ada satu bentuk salah nalar ya...