Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Seni Melepaskan Cemas

Seringkali, kita menjalani hidup seperti sedang berlari dalam perlombaan yang tidak ada garis finisnya. Mata kita terlalu terpaku pada cakrawala, mencari-cari apa yang belum kita genggam: karier yang lebih mapan, pengakuan yang lebih luas, atau mimpi-mimpi yang masih menggantung di awan. Kita begitu sibuk mengejar apa yang belum ada, hingga tanpa sadar kita melewati banyak keajaiban yang sebenarnya sudah lama menetap di samping kita. Kita lupa bahwa kebahagiaan seringkali bukan tentang seberapa jauh kita berlari, melainkan tentang seberapa dalam kita mampu menyadari apa yang sudah kita miliki. Semesta Tidak Pernah Terlambat Pernahkah kamu merasa tertinggal? Melihat orang lain sudah sampai di tujuan mereka, sementara kamu merasa masih terjebak di persimpangan yang sama. Di saat seperti itu, rasa cemas mulai mengetuk pintu hati. Kita mulai meragukan waktu, kita mulai meragukan usaha kita sendiri. Namun, percayalah pada satu hal: Semesta tidak pernah terlambat. Kebahagiaan bukan sebuah pa...

Postingan Terbaru

​Bukan Sekadar Perut Kenyang Hari Ini

​Netralitas dalam Ketidakadilan

Mens Rea

Iqro

Tahun Baru, Hati yang Lebih Lapang

Ketika Imajinasi Menjadi Kurikulum

Esensi Religiusitas dari Cengkeraman Ego

Epistemologi Eksistensi

Retrospeksi Sebuah Perpisahan

Terjepit Paradoks Rekrutmen