Seni Melepaskan Cemas
Seringkali, kita menjalani hidup seperti sedang berlari dalam perlombaan yang tidak ada garis finisnya. Mata kita terlalu terpaku pada cakrawala, mencari-cari apa yang belum kita genggam: karier yang lebih mapan, pengakuan yang lebih luas, atau mimpi-mimpi yang masih menggantung di awan. Kita begitu sibuk mengejar apa yang belum ada, hingga tanpa sadar kita melewati banyak keajaiban yang sebenarnya sudah lama menetap di samping kita.
Kita lupa bahwa kebahagiaan seringkali bukan tentang seberapa jauh kita berlari, melainkan tentang seberapa dalam kita mampu menyadari apa yang sudah kita miliki.
Semesta Tidak Pernah Terlambat
Pernahkah kamu merasa tertinggal? Melihat orang lain sudah sampai di tujuan mereka, sementara kamu merasa masih terjebak di persimpangan yang sama. Di saat seperti itu, rasa cemas mulai mengetuk pintu hati. Kita mulai meragukan waktu, kita mulai meragukan usaha kita sendiri.
Namun, percayalah pada satu hal: Semesta tidak pernah terlambat.
Kebahagiaan bukan sebuah paket yang salah alamat. Ia memiliki waktunya sendiri. Apa yang ditakdirkan untukmu, tidak akan pernah melewatkanmu. Ia akan menemukan jalannya pulang, melalui pintu-pintu yang mungkin saat ini masih tertutup rapat, atau melalui jalan memutar yang tidak pernah kamu duga sebelumnya.
Tentang Kehilangan dan Penggantian
Terkadang, hidup terasa tidak adil saat ia mengambil sesuatu yang sangat kita cintai. Kita merasa kehilangan arah saat rencana yang kita susun dengan rapi tiba-tiba berantakan. Namun, di balik setiap perpisahan dan kegagalan, ada ruang kosong yang sedang dipersiapkan.
Apa yang bukan untukmu, memang harus dilepaskan agar ada tempat bagi sesuatu yang lebih baik untuk singgah. Kita tidak bisa menggenggam berlian jika tangan kita masih bersikeras memegang kerikil yang tajam. Melepaskan bukan berarti kalah; melepaskan adalah bentuk tertinggi dari rasa percaya bahwa ada rencana yang lebih besar dari sekadar keinginan kita.
Istirahatlah dari Rasa Cemasmu
Hari ini, cobalah untuk menarik napas panjang. Katakan pada dirimu sendiri bahwa tidak apa-apa jika hari ini kamu tidak memiliki semua jawaban. Tidak apa-apa jika jalan di depanmu masih terlihat berkabut.
Istirahatlah dari rasa cemasmu. Bukan berarti kamu berhenti berjuang, tapi kamu berhenti menyiksa diri dengan pikiran-pikiran yang belum tentu terjadi. Biarkan takdir bekerja dengan cara yang paling indah. Tugasmu hanyalah melakukan yang terbaik hari ini, lalu menyerahkan sisanya pada ketenangan.
Sebab pada akhirnya, hidup bukan tentang seberapa cepat kita sampai, tapi tentang seberapa damai hati kita sepanjang perjalanan.
--iophie 2026--

Komentar
Posting Komentar