Administrasi Pendidikan Era Society 5.0
Dari Bangkalan untuk Indonesia: Ketika Dua Guru Menjawab Tantangan Society 5.0 Lewat Karya
Di tengah geliat literasi dan semangat perubahan yang terus tumbuh di Kabupaten Bangkalan, lahir sebuah karya akademik yang patut diapresiasi. Buku berjudul “Administrasi Pendidikan Era Society 5.0: Inovasi, Transformasi, dan Strategi Menuju Sekolah Masa Depan” menjadi bukti bahwa guru tidak hanya hadir di ruang kelas, tetapi juga di ruang gagasan dan peradaban.
Karya ini ditulis oleh dua pendidik Bangkalan, Abdulloh, S.Pd., M.Pd., guru IPA SMP Negeri 1 Blega, dan Fausiyah, S.Pd., M.Pd., guru SD Negeri Kemayoran 1. Keduanya dipertemukan dalam satu perjalanan akademik melalui program Beasiswa S2 Magister Administrasi Pendidikan di Universitas Bakti Indonesia.
Dari ruang kuliah hingga diskusi-diskusi reflektif, lahir kegelisahan yang sama: bagaimana pendidikan mampu beradaptasi di tengah perubahan zaman yang begitu cepat? Bagaimana teknologi tidak justru menjauhkan manusia dari nilai, tetapi sebaliknya—memanusiakan manusia?
Pertanyaan-pertanyaan itulah yang kemudian mengantarkan mereka pada satu titik temu: konsep Society 5.0. Sebuah paradigma baru yang menempatkan manusia sebagai pusat dari perkembangan teknologi. Bukan sekadar digitalisasi, tetapi integrasi antara inovasi dan nilai kemanusiaan.
Berangkat dari latar belakang keilmuan di bidang administrasi pendidikan, keduanya kemudian merangkai gagasan besar tersebut menjadi sebuah karya utuh. Mereka menyusun bab demi bab, memilih tema-tema yang relevan, dan mengaitkannya dengan realitas pendidikan di lapangan—mulai dari tantangan guru, transformasi sistem administrasi, hingga strategi implementatif di era digital.
Hasilnya adalah sebuah buku dengan pisau filosofis yang tidak hanya kuat secara konseptual, tetapi juga membumi dan kontekstual. Buku ini menjadi jembatan antara teori dan praktik, antara kebijakan dan realitas, serta antara teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan.
Pada bulan Maret 2026, buku ini resmi diterbitkan dengan ISBN dan HAKI. Bagi kami di KOMPAK Terbang, ini bukan sekadar peluncuran buku, tetapi juga momentum penting yang menunjukkan bahwa semangat literasi di Bangkalan terus tumbuh dan bergerak.
Karya ini menjadi inspirasi bahwa guru adalah agen perubahan. Bahwa dari daerah, dari ruang kelas sederhana, dapat lahir pemikiran besar yang berkontribusi bagi pendidikan Indonesia.
Sebagaimana harapan penulisnya, buku ini diharapkan menjadi “lilin kecil” yang memberi cahaya—mungkin tidak besar, tetapi cukup untuk menerangi jalan menuju pendidikan yang lebih humanis, adaptif, dan bermakna.
Dan bagi KOMPAK Terbang, inilah bukti bahwa literasi bukan sekadar gerakan membaca dan menulis, tetapi juga gerakan berpikir, berkarya, dan memberi dampak nyata.
Selamat Kompak Terbang "Kita ada karena Bersama"!



Komentar
Posting Komentar