​Standar Ganda dan Logika yang Terbalik

 


Prolog

Dunia maya sering kali menjadi panggung sandiwara,

Tempat logika kadang tertutup oleh kabut asmara atau amarah membara.

Ketika standar ganda menjadi senjata utama,

Akal sehat pun perlahan sirna tanpa sisa.

Mari kita bedah fenomena yang menyesakkan dada,

Tentang mereka yang mabuk tanpa sisa logika.

​Standar Ganda dan Logika yang Terbalik: Fenomena "Mabuk" di Tengah Kita

​Pernahkah Anda bertemu dengan seseorang yang begitu gigih membela sesuatu, namun langsung "kebakaran jenggot" saat melihat hal serupa dilakukan oleh orang lain dalam konteks yang berbeda? Di Indonesia, fenomena ini nyata dan jumlahnya tidak sedikit.

​1. Hak untuk Saya, Tapi Bukan untuk Anda

​Bayangkan ada seorang WNI yang gemar sekali mengibarkan bendera Israel di tanah air. Padahal, secara konstitusi dan sejarah, Indonesia tidak mengakui kedaulatan negara tersebut hingga hari ini. Saat diingatkan dengan santun, jawabannya klasik: "Ini hak saya! Terserah saya mau kibarkan bendera apa saja!"

​Kita yang waras biasanya hanya bisa mengangguk dan mengalah. Namun, drama dimulai ketika standar ganda itu muncul ke permukaan.

​2. Saat Bintang Barcelona Mengibarkan Bendera Palestina

​Baru-baru ini, jagat sepak bola diramaikan oleh aksi pemain muda berusia 18 tahun dari Barcelona yang mengibarkan bendera Palestina. Mendadak, orang yang tadi bicara soal "hak" langsung berubah menjadi hakim yang kejam. Dia mengamuk, memaki, bahkan mendoakan sang pemain mengalami cedera parah atau patah kaki.

​Ketika "senjata" argumennya dikembalikan—bahwa itu adalah hak sang pemain—dia justru semakin murka. Dalihnya berubah menjadi: "Itu provokasi! Itu menghasut kebencian!"

​3. Definisi Mabuk Agama yang Sebenarnya

​Inilah contoh nyata dari seseorang yang sedang "mabuk". Ironisnya, mereka yang membela habis-habisan pihak yang secara bangsa bukan, secara agama pun tidak selalu selaras, justru sering menuduh orang lain mabuk agama.

​Ketidakhadiran akal sehat membuat mereka lupa pada fakta-fakta mendasar:

  • Logika Terbalik: Mereka menuntut kebebasan berekspresi untuk diri sendiri, tapi mengharamkannya bagi orang lain.
  • Buta Sejarah: Mereka membenci Palestina sedemikian rupa, seolah lupa bahwa di sana juga ada umat Kristen dan penganut agama lain yang berjuang melawan penindasan.
  • Proyeksi Diri: Sering kali, tuduhan "mabuk agama" yang mereka lemparkan kepada orang lain sebenarnya adalah refleksi dari kondisi mereka sendiri yang sudah kehilangan arah logika.

​Kesimpulan

​Fenomena ini adalah pengingat bagi kita semua agar tetap membumi dan menjaga kewarasan. Membela sesuatu adalah hak, tetapi melakukannya dengan membuta hingga mengabaikan rasa kemanusiaan dan logika adalah tanda adanya "cuci otak" yang sistematis.

​Jangan sampai kita menjadi orang yang gemar meneriakkan kebebasan, namun menjadi penjara bagi kebebasan orang lain hanya karena perbedaan warna bendera.

Endgame

Logika adalah lentera di tengah kegelapan pikiran,

Jangan biarkan ia padam oleh kebencian yang dipaksakan.

Standar ganda hanya akan melahirkan kehancuran,

Bagi hati yang sudah tertutup oleh bayang-bayang semu keyakinan.

Tetaplah jernih dalam memandang setiap kenyataan,

Agar kita tak ikut mabuk dalam pusaran kebodohan.

Abdulloh Aup

Komentar

Postingan Populer