Bangkalan Berprestasi 3 GPD Menginspirasi
Tiga Pendidik Bangkalan Lulus Guru Pejuang Digital Kemendikdasmen: Meneguhkan Literasi dan Transformasi Pendidikan di Era Society 5.0
Bangkalan, KOMPAK TERBANG — Di tengah derasnya arus transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dunia pendidikan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Sekolah tidak lagi cukup hanya menjadi ruang transfer pengetahuan, melainkan harus bertransformasi menjadi ruang tumbuh yang mampu menyiapkan generasi masa depan yang adaptif, kritis, kreatif, dan berkarakter.
Dalam konteks tersebut, kabar membanggakan datang dari Kabupaten Bangkalan. Tiga pendidik berhasil menyelesaikan Program Guru Pejuang Digital (GPD) Kemendikdasmen Tahun 2026, sebuah program pengembangan kompetensi yang dirancang untuk memperkuat kapasitas guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital dan Society 5.0.
Ketiga pendidik tersebut adalah:
- Fatimatus Suhroh, S.S., M.Pd. — Guru SMA Negeri 1 Bangkalan sekaligus Co-Captain Belajar.id Kabupaten Bangkalan.
- Ilham Saputra, S.Pd., M.Pd. — Guru UPTD SMP Negeri 2 Bangkalan sekaligus Duta Teknologi Kemendikdasmen.
- Abdulloh, S.Pd., M.Pd. — Guru UPTD SMP Negeri 1 Blega, Canvassador Indonesia, serta Pamong Science Expedition Learning (SEL).
Kelulusan ini tentu bukan sekadar pencapaian individual. Lebih dari itu, capaian tersebut merepresentasikan semangat guru-guru Bangkalan untuk terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi dalam menjawab perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat.
Perjalanan menuju predikat Guru Pejuang Digital bukanlah proses yang singkat. Program ini dirancang secara berjenjang melalui tiga tahapan pengembangan kompetensi yang saling berkesinambungan.
Tahap pertama adalah Level 1: Inisiator Digital, yang berfokus pada penguatan literasi digital dan pengenalan berbagai teknologi pendidikan sebagai fondasi transformasi pembelajaran.
Tahap kedua adalah Level 2: Akselerator Digital, yang menuntut peserta untuk mulai mengimplementasikan teknologi dalam praktik pembelajaran, mengembangkan inovasi, serta menunjukkan dampak penggunaan teknologi terhadap proses belajar peserta didik.
Tahap ketiga sekaligus level tertinggi adalah Level 3: Inspirator Digital, yaitu jenjang yang menempatkan guru tidak hanya sebagai pengguna dan pelaksana inovasi, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu menginspirasi, menggerakkan, dan menularkan praktik baik kepada komunitas pendidikan yang lebih luas.
Alhamdulillah, ketiga pendidik Bangkalan yang terdiri atas Fatimatus Suhroh, S.S., M.Pd., Ilham Saputra, S.Pd., M.Pd., dan Abdulloh, S.Pd., M.Pd. berhasil menyelesaikan seluruh tahapan tersebut hingga mencapai predikat Inspirator Digital. Capaian ini menjadi bukti bahwa guru-guru Bangkalan tidak hanya mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tetapi juga siap menjadi motor penggerak transformasi pendidikan di era Society 5.0.
"Menjadi Inspirator Digital bukanlah tentang siapa yang paling mahir menggunakan teknologi, melainkan siapa yang mampu menghadirkan teknologi untuk memanusiakan manusia melalui pendidikan."
Program Guru Pejuang Digital memberikan pengalaman belajar yang komprehensif mengenai pemanfaatan teknologi dalam pendidikan, mulai dari penggunaan AI sebagai mitra pembelajaran, penguatan literasi digital, pengembangan media pembelajaran inovatif, hingga pemanfaatan berbagai platform digital untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan berpusat pada peserta didik.
Namun demikian, esensi transformasi pendidikan tidak terletak pada teknologinya semata. Teknologi hanyalah instrumen. Yang menentukan arah dan makna penggunaannya tetaplah manusia, khususnya guru sebagai aktor utama pendidikan.
Di sinilah relevansi konsep Society 5.0 menjadi penting untuk dipahami. Society 5.0 tidak hanya berbicara tentang kemajuan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana teknologi digunakan untuk menyelesaikan persoalan kemanusiaan. Oleh karena itu, pendidikan masa depan tidak cukup hanya menghasilkan peserta didik yang cakap menggunakan teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis, memiliki empati, menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, serta mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Bagi KOMPAK TERBANG (Komunitas Penggerak Literasi Bangkalan), capaian ini memiliki makna strategis. Literasi abad ke-21 tidak lagi dipahami sebatas kemampuan membaca dan menulis. Literasi telah berkembang menjadi kemampuan memahami informasi, mengelola pengetahuan, berpikir kritis, berkolaborasi, memanfaatkan teknologi secara produktif, dan tetap menjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah dominasi dunia digital.
Sebab pada akhirnya, manusia bukanlah robot. Pendidikan tidak boleh kehilangan ruh kemanusiaannya. Kecanggihan AI mungkin mampu menyajikan informasi dalam hitungan detik, tetapi nilai, karakter, keteladanan, empati, dan inspirasi tetap lahir dari sosok seorang guru.
Karena itu, KOMPAK TERBANG meyakini bahwa kemajuan pendidikan tidak dapat dicapai secara individual. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara guru, sekolah, komunitas, pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perubahan, namun tetap berakar pada nilai-nilai kemanusiaan.
Kelulusan tiga pendidik Bangkalan ini menjadi bukti bahwa semangat lifelong learning masih hidup dan tumbuh di kalangan guru. Mereka tidak hanya belajar untuk meningkatkan kapasitas diri, tetapi juga membawa pulang pengetahuan, pengalaman, dan inspirasi yang akan ditransformasikan menjadi praktik-praktik baik di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Sebagaimana filosofi yang terus dipegang oleh KOMPAK TERBANG:
"Peradaban besar selalu dimulai dari ruang kelas yang berani berubah."
Semoga capaian ini menjadi energi baru bagi seluruh pendidik di Bangkalan untuk terus bergerak, belajar, berinovasi, dan berkolaborasi dalam menghadirkan pendidikan yang lebih relevan, inklusif, dan transformatif.
Karena masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang dimiliki, tetapi juga oleh seberapa bijak pendidikan mempersiapkan manusia untuk menggunakannya.
Selamat dan sukses kepada para Guru Pejuang Digital Bangkalan Tahun 2026.
Mari bergerak bersama, menguatkan literasi, membangun kolaborasi, dan menghadirkan pendidikan yang memerdekakan.
Salam Literasi. Salam Transformasi Pendidikan. "KITA ADA KARENA BERSAMA"
KOMPAK TERBANG
Komunitas Penggerak Literasi Bangkalan

Komentar
Posting Komentar