Belajar dari Vietnam

 


Belajar dari Vietnam: Ketika Pendidikan Benar-Benar Menjadi Prioritas Bangsa

"Bangsa besar bukan hanya dibangun oleh gedung-gedung tinggi, tetapi oleh ruang-ruang kelas yang melahirkan generasi berilmu."

Di tengah derasnya arus persaingan global, banyak negara berlomba membangun jalan tol, kawasan industri, hingga pusat-pusat teknologi. Semua itu memang penting.

Namun, ada satu pertanyaan yang jauh lebih mendasar.

Apa yang menjadi fondasi dari semua kemajuan itu?

Jawabannya sederhana.

Pendidikan.

Barangkali inilah yang sedang ingin ditegaskan oleh Vietnam. Melalui Resolusi 71 yang diterbitkan pada Agustus 2025, pemerintah Vietnam menetapkan target yang sangat ambisius: membawa sistem pendidikan nasional masuk 20 besar terbaik dunia pada tahun 2045. Pendidikan, pelatihan, sains, dan teknologi ditempatkan sebagai prioritas utama dalam strategi pembangunan jangka panjang.

Target tersebut tentu bukan sekadar slogan.

Ia disertai langkah-langkah nyata.

Ketika Guru Dipandang Sebagai Investasi

Salah satu kebijakan yang paling menarik perhatian adalah komitmen Vietnam meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

Guru PAUD dan sekolah umum direncanakan memperoleh kenaikan tunjangan sekitar 70 persen.

Tenaga kependidikan mendapatkan tambahan sekitar 30 persen.

Bahkan guru yang mengabdi di daerah terpencil, wilayah perbatasan, pulau-pulau, dan kawasan komunitas etnis minoritas diproyeksikan menerima kenaikan tunjangan hingga 100 persen.

Kebijakan ini menyampaikan pesan yang sangat kuat.

Bahwa guru bukan sekadar pelaksana kurikulum.

Guru adalah investasi jangka panjang sebuah bangsa.

Pendidikan Tidak Bisa Maju dengan Anggaran yang Setengah Hati

Selain meningkatkan kesejahteraan guru, Vietnam juga menargetkan alokasi minimal 20 persen dari total belanja negara untuk sektor pendidikan.

Anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk membangun gedung sekolah.

Lebih jauh lagi, dana itu diarahkan untuk memperkuat perguruan tinggi, meningkatkan kualitas riset, mendorong inovasi, memperbaiki infrastruktur pendidikan, hingga mengembangkan kota-kota universitas berbasis teknologi tinggi.

Ini menunjukkan bahwa pendidikan dipandang sebagai sebuah ekosistem.

Sekolah tidak berdiri sendiri.

Perguruan tinggi, penelitian, teknologi, dan inovasi saling terhubung untuk membangun daya saing bangsa.

Pendidikan Adalah Proyek Peradaban

KOMPAK TERBANG meyakini bahwa pendidikan tidak boleh dipandang sebagai beban anggaran.

Pendidikan adalah investasi yang hasilnya mungkin tidak terlihat hari ini, tetapi akan menentukan wajah bangsa puluhan tahun ke depan.

Gedung dapat dibangun dalam hitungan bulan.

Jalan dapat selesai dalam beberapa tahun.

Namun membangun manusia membutuhkan waktu satu generasi.

Karena itulah negara-negara yang maju hampir selalu memiliki satu kesamaan.

Mereka berani berinvestasi pada pendidikan.

Bukan Soal Meniru, Tetapi Belajar

Tentu setiap negara memiliki kondisi ekonomi, sosial, budaya, dan tantangan yang berbeda.

Apa yang dilakukan Vietnam tidak serta-merta dapat diterapkan begitu saja di Indonesia.

Namun, bukan berarti kita tidak dapat mengambil pelajaran.

Yang patut dicermati bukan sekadar besarnya angka tunjangan atau besarnya anggaran.

Melainkan keberanian menetapkan visi pendidikan jangka panjang yang konsisten.

Sebuah bangsa yang memiliki arah akan lebih mudah menentukan langkah.

Sebaliknya, bangsa yang terus berganti orientasi akan sulit mencapai tujuan besarnya.

Guru Adalah Penjaga Masa Depan

Sering kali kita berbicara tentang bonus demografi, Indonesia Emas 2045, kecerdasan buatan, hingga transformasi digital.

Namun semua itu pada akhirnya akan kembali kepada satu pertanyaan.

Siapa yang akan menyiapkan manusianya?

Jawabannya tetap sama.

Guru.

Guru yang mengajar dengan hati.

Guru yang terus belajar.

Guru yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan karakter, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis.

Karena itu, ketika sebuah negara memilih memprioritaskan guru dan pendidikan, sesungguhnya negara tersebut sedang mempersiapkan masa depannya.

Literasi Mengajarkan Kita Melihat Lebih Jauh

Berita tentang Vietnam bukanlah ajakan untuk membandingkan secara sederhana antara satu negara dengan negara lain.

Literasi mengajak kita melihat lebih dalam.

Apa visi yang mereka bangun?

Bagaimana strategi mereka?

Apa yang bisa dipelajari?

Dan bagaimana kita dapat mengambil inspirasi tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang akan membawa diskusi pendidikan menjadi lebih bermakna.

Sebab kemajuan pendidikan bukan lahir dari rasa iri.

Ia lahir dari keberanian untuk belajar.

"Bangsa yang ingin dihormati dunia tidak cukup membangun gedung yang megah. Ia harus membangun guru yang dihormati, sekolah yang berkualitas, dan budaya belajar yang tidak pernah berhenti."

KOMPAK TERBANG
"Bersama Bergerak, Bersama Mencerdaskan Bangsa."

Komentar

Postingan Populer