Iqro
Iqro’: Senyum Abadi di Balik Gerbang Al-Qur’an Kita Bagi kita yang tumbuh besar di era 90-an, ada satu pemandangan yang pasti terekam jelas di ingatan: sore hari yang riuh dengan suara anak-anak berbaju koko dan mukena, menenteng sebuah buku tipis bersampul hitam. Ya, buku Iqro’ . Bagi jutaan anak di Indonesia, Malaysia, hingga Brunei, buku sederhana ini bukan sekadar alat belajar. Ia adalah "gerbang pertama" yang mempertemukan kita dengan indahnya untaian ayat suci Al-Qur’an. Namun, pernahkah kita benar-benar memperhatikan sosok di balik sampulnya? Sosok di Balik Lensa Kacamata Di sampul belakang atau bagian dalam, sering kali kita melihat foto seorang lelaki tua bersahaja. Beliau berkacamata, menggenggam tongkat, dan menyiratkan keteduhan. Beliau adalah K.H. As’ad Humam , ulama asal Yogyakarta kelahiran 1933. Banyak dari kita yang mungkin belum tahu bahwa metode yang terlihat "sederhana" ini sebenarnya adalah sebuah revolusi . Sebelum Iqro’ lahir, belaj...