Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

​The Power of Kepepet Belajar dari Resiliensi Iran

  Prolog ​ Ada sebuah ironi yang menyesakkan dada ketika kita bicara tentang kedaulatan. Di satu sisi, ada bangsa yang dikunci dari luar, namun justru menemukan kunci kemandirian dari dalam. Di sisi lain, ada bangsa yang pintunya terbuka lebar, namun kekayaannya justru dikuras oleh "tamu tak diundang" yang bekerja sama dengan penjaga rumahnya sendiri. Apakah penderitaan harus menjadi bahan bakar, atau justru menjadi abu yang menyapu harapan? Mari kita bedah realita pahit antara daya lenting sebuah bangsa yang dihimpit, dengan kerapuhan sebuah negeri yang dikelola dengan kerakusan. ​The Power of Kepepet: Belajar dari Resiliensi Iran ​Iran adalah anomali yang luar biasa dalam peta kekuatan global. Selama 47 tahun, mereka dihujam embargo, dikucilkan secara diplomatik, dan ditekan habis-habisan oleh sanksi Amerika Serikat. Namun, hukum alam bekerja di sana: Tekanan yang kuat menghasilkan lentingan yang jauh. ​Dari himpitan itu, Iran bangkit dengan nuklir mandiri, teknolog...

Postingan Terbaru

Dukungan Palestina untuk Kemerdekaan RI 1944

Tiga Pendidik Bangkalan Tembus Beasiswa 5000 Doktor UMM

Membaca sebagai Perlawanan di Tengah Reruntuhan Gaza

Seni Melepaskan Cemas

​Bukan Sekadar Perut Kenyang Hari Ini

​Netralitas dalam Ketidakadilan

Mens Rea

Iqro

Tahun Baru, Hati yang Lebih Lapang

Ketika Imajinasi Menjadi Kurikulum